Konsep CSR

oleh: Trisoko. s

Sampai saat ini, CSR masih dalam perkembangan. Banyak konsep CSR, sehingga mempengaruhi pemahaman dan pemaknaan CSR. Ada pihak yang menganggap CSR hanyalah sebagai kegiatan karikatif maupun community development [1]dan masih ada perdebatan apakah CSR termasuk Peraturan Hukum atau tidak [2] Untuk memahami konsep CSR dengan lebih baik kiranya konsep CSR di pahami sesuai konteks sejarah[3] di Eropa maupun Amerika. Dalam konteks sejarah perkembangan CSR, CSR muncul bersamaaan dengan hukum yang melindungi hutan dari kerusakan,[4] menjadi fokus yang tajam setelah revolusi Industri[5] mengalami perkembangan Penting pasca Perang Dunia II dan adanya Gerakan -Anti Korporasi, terlebih dalam  Kasus Shell di Niger delta.


[1] Lihat, Info Tempo, CSR antara investasi dan bhakti Sosial , 29 april 2007  yang menguraikan berbagai kegiatan (sifatnya bhakti sosial ) yang dilakukan oleh berbagai perusahaan antara lain dari Honda , LG , PT Jasa Marga

[2] Piramida CSR Archie Carroll dengan tegas menunjukkan bahwa ketaatan pada hukum adalah bagian dari CSR, sehingga CSR sebetulnya mencakup komponen-komponen within maupun beyond regulation (lih. Carroll, A. 1991.  Pyramid of Corporate Social Responsibility: Toward the Moral Management of Organizational Stakeholders).  John Christensen dan Richard Murphy berpendirian bahwa membayar pajak, sebagaimana yang diwajibkan oleh pemerintah, merupakan bagian dari CSR.  Mematuhi seluruh regulasi, bagi mereka, adalah bottom line bagi CSR (lih.  Christensen, J. dan Murphy, R.  2004. The Social Irresponsibility of Tax Avoidance: Taking CSR to the Bottom Line).  Pengertian CSR yang mencakup kedua sisi regulasi juga dikemukakan oleh Georg Kell ketika membahas mengenai sifat UN Global Compact (lih. Kell, G.  2005. The Global Compact Selected Experiences and Reflections), juga Michael Hopkins (lih. Hopkins, M.  2007.  Corporate Social Responsibility and International Development).  Walaupun memang bukan berarti bahwa seluruh pakar setuju dengan pendirian bahwa CSR mencakup keduanya.  Stephen Frost, salah satu direktur pada CSR Asia, dalam kesempatan CSR Asia Summit di awal November yang lalu menyatakan pendirian bahwa CSR hanyalah yang bersifat melampaui regulasi. Pemenuhan regulasi adalah tak bisa ditawar-tawar, namun yang “dihitung” sebagai CSR hanyalah yang melampauinya http:/http://www.donhangga.com, hangga,  CSR sekilas: sejarah dan konsep.

[3] Lihat www.corporatwatchorg.uk, Just as the corporation’s history of social and environmental damage dates back to the East India Company, equally the concept of corporate responsibility is not new.dan http://brass.cf.ac.uk/uploads/History_L3.pdf. History of corporate Social Responsibility and sustainability

[4] http://brass.cf.ac.uk/uploads/History_L3.pdf. History of corporate Social Responsibility and sustainability, diakses 26 februari 2009

[5] Tom canon, 1995, Corporate Responsibility, PT Gramedia :Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s