Oleh: Trisoko s

 

            Kalangan bisnis melalui The World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) mendifinisikan CSR sebagai Komitmen dunia usaha untuk terus menerus bertindak etis, beroprasi secara legal, dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi, bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya sekaligus, juga peningkatan kualitas komunitas lokal dan masyarakat secara luas[1] Sedangkan European Union (EU) sebagai organisasi yang memberikan perhatian khusus terhadap CSR mendefinisikan CSR sebagai suatu konsep, yang menyatakan bahwa perusahaan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkannya pada semua stakeholder terkait. CSR adalah komitmen terus-menerus dari bisnis untuk berperilaku adil dan bertanggung jawab dan meningkatkan kualitas hidup pekerja dan keluarga serta masyarakat setempat pada umumnya. Sejalan dari kedua definisi tersebut. Business for social responsibility memberikan suatu definisi yang lebih luas dan mendalam. Menurut Business for social responsibilityCSR adalah menjalankan bisnis dengan cara yang memenuhi atau melampaui ekspetasi etis, legal, komersial maupun ekspetasi publik dari masyarakat atau bisnis. CSR lebih dari sekedar praktek terpisah-pisah atau respon sewaktu-waktu, maupun prakarsa yang didorong oleh keuntungan marketing, kehumasan, atau keuntungan bisnis lainnya.Lebih dari itu CSR adalah seluruh rangkaian kebijakan, praktek dan program yang terintegrasi dalam keseluruhan operasi bisnis serta proses pengambilan keputusan yang didukung dan diarahkan manajemen puncak.[2] Michael Hopkins menyatakan bahwa “CSR is Conserned with treating the stakeholders of the firm ethically or in a responsible manner. Ethically or responsible’ means treating stakeholders in a manner deemed acceptable in civilized societies Social includes economic responsibility. Stakeholders exist both within a firm and outside. The natural environtment is a stakeholder. The wider aim of social responsibility is to create higher and higher standards of living, while preserving the profitabily of the corporation, for peoples both within and outside the corporation.”[3]

Sedangkan di Indonesia terdapat berbagai definisi, diantaranya yang dikeluarkan oleh CSR Indonesia dan BWI (The Business Wacth Indonesia). CSR Indonesia mendefinisikan CSR sebagai “Upaya sungguh-sungguh dari entitas bisnis untuk meminimumkan dampak negatif dan memaksimumkan dampak positif operasinya terhadap seluruh pemangku kepentingan dalam ranah ekonomi, sosial, dan lingkungan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.[4] Sejalan dengan CSR Indonesia dalam salah satu makalahnya, Bisnis Wacth Indonesia mendefinisikan CSR sebagai komitmen perusahaan pada perilaku etis. Etis yang dimaksud adalah adil (fair) dan bertanggung jawab pada stakeholder (pemangku kepentingan), berkontribusi pada masyarakat. Dengan demikian CSR juga berarti mengurangi dampak negatif pada masyarakat dan mengupayakan dampak positif pada masyarakat.

Menurut Penjelasan pasal 15 b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Corporate social responsibility atau “tanggung jawab sosial perusahaan” adalah tanggung jawab yang melekat pada setiap perusahaan penanaman modal untuk tetap menciptakan hubungan yang serasi, seimbang, dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma, dan budaya masyarakat setempat. Sedangkan menurut Pasal 1 ayat 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas

“Tanggung jawab sosial dan lingkungan adalah komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya.”

Dari beberapa definisi diatas nampak bahwa tidak ada rumusan yang sama bahkan antara Rumusan CSR yang terdapat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, Tetapi dari berbagai rumusan CSR yang berbeda tersebut, tetap dapat diketahui bahwa maksud atau substansi dari rumusan CSR tersebut sama.

Dari beberapa difinisi diatas nampak bahwa CSR memiliki unsur-unsur penting yaitu:

  1. Komitmen Perusahaan
  2. Perilaku etis perusahaan yang terdiri atas :

a..  Mengurangi dampak negatif:

1)      Menaati hukum

2)      Bertindak etis sehingga tidak merugikan masyarakat maupun lingkungan, walaupun hal itu belum diatur oleh regulasi ( perusahaan berkomitmen tidak mencari celah hukum )

b.. Memberikan dampak positif pada masyarakat dengan cara melakukan kegiatan yang bersifat Charity yang berbentuk   Community Development ataupun kegiatan karikatif

Dari Unsur-unsur CSR diatas, maupun dari sejarah dan perkembangan CSR dapat diketahui bahwa CSR tidak idientik dengan kegiatan charity (karikatif maupun Community development) karena kegiatan yang bersifat charity hanyalah bagian dari CSR. Selain itu CSR termasuk juga beberapa hal yang diregulasikan.


[1] Raynard, Peter and Maya Forstater , Corporate Social responsibility: Implication For small and medium Enterprises in developing  caontries (http//www. Unido.org)

[2] Aris Bintoro , menuju praktek CSR , makalah disampaikan oleh Aris Bintoro dalam seminar” kewajiban bagi bisnis mempraktekan CSR pasca Undang-Undang PT” yang diadakan oleh  BWI,  Hotel Sahid raya Solo , 29 September 2007

[3] Dalam hal ini Michael Hopkins , memandang CSR lebih pada Pendekatan Stakeholder. Dan Lingkungan alam merupakan salah satu pemangku kepentingan ( Michael Hopkins:, 2004, Corporate social responsibilities: an Issues paper:Geneva, Policy Integration Departement World Commision on the social of globalization International labour Office )

[4] www.csrindonesia.com diakses 28 februari  2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s